Itulah yang selalu saya lakukan ketika menemui masalah dengan komputer desktop saya, laptop juga sih. tapi dalam hal ini yang akan saya bahas adalah mengenai komputer desktop. Komputer yang telah menemani saya sejak saya kelas 1 SMP (skitar tahun 2000), makanya kan speknya aja masih pentium 3, HD 20GB, RAM 64Mb. Kebayang betapa lemotnya untuk aplikasi-aplikasi dan file-file jaman sekarang yang guede-guede dan berat-berat.
Saya sering sekali mengalami masalah dengan komputer saya. Masalah yang selalu sama muncul secara periodik. Tombol power telah ditekan, CPU sudah bekerja ditandai dengan suara "gemuruh" kipas dalam CPU dan lampu led indikatornya. Power monitor juga telah menyala,,tapiii anehnyaa adalah monitor tidak mau menyala. Saya tidak tahu apa sebutannya masalah seperti ini. Tapi saya menyebutnya "CPU tidak mau masuk ke monitor".
Seharusnya kan kalo CPU dinyalain, monitor nyala yaah? ada gambar windows atau apalah gitu. nah tapi ini tu ngga. ngga nyala padahal CPU kerja dan lampu indikator power monitor juga udah pasti nyala tanda bahwa tidak ada masalah kelistrikan pada monitor.
Naah lo knape nii? Diagnosis pertama: konektivitas, ada kabel-kabel yang kurang pas. Saya matiin deeh komputer, daripada saya yang mati kesetrum (na'udzubillahimindzalik). saya copotin semua tu kabel, trus saya pasang lagi. saya coba nyalain komputer. hasil? nihil! saya matiin lagi, saya kencengin kabel-kabelnya sapa tahu belum pas, saya nyalain lagi dan hasilnya masih nihil.
CAPEK! NYERAH! BETE! Akhirnya saya percayakan pada pihak ketiga alias tukang service komputer. Walaah,,ternyata malah bikin tambah stress. Knapa?
Mas-mas service: "ini MOTHERBOARDnya mati Mbak, jadi perlu ganti".
Saya dgn pedenya :"ya udah ganti aja Mas".
Mas service: "ngganti motherboard harganya hampir sama kaya beli komputer baru Mbak"
Matilaah,,beli komputer baru? itu kan artinya jutaan. gimana ga stress. akhirnya saya putuskan untuk membawa pulang kembali komputer saya.
ternyata Ayah saya punya kenalan teknisi komputer gitu deeh, dan dibawalah kesana komputer itu. Pas dicek oleh teknisi itu lalu berkata "ahh ini siih cuma hardwarenya perlu disetting ulang". dan saya hanya mengangguk-angguk tanda tak mengerti. ahaha,,maklum gaptek. tak ada hardware yang diganti, tak ada juga masalah pada software. nyebelinnya tu teknisi ga mau nyebut minta bayaran brapa. saya dan ayah saya bingung dong mau ngasih brapa, scara ga tau sberapa tingkat kesulitan masalahnya. takutnya dikasih dikit kurang, ga sepadan ma kesulitannya. ya udah sama ayah saya dikasi Rp 200.000,-. yaa seenggaknya legalah ga jadi ganti motherboard.
beberapa bulan kemudian masalah yang sama muncul. langsunglah saya bawa ke teknisi itu. Dia masih bilang hal yang sama "setting ulang hardware". "komputer tu memang secara periodik harus disetting ulang hardwarenya". dalam hati saya berkata," ye kere laah kalo rutin tiap bbrp bulan harus keluar Rp 200.000,-." tapii yaa secara gaptek kagak tau disettingnya diapain, yaa setiap ada masalah seterusnya lgsg dibawa ke teknisi itu. dan hal itu berlangsung beberapa tahun. oon banget deeh pokoknya.
Namun berbeda pada masalah yang terakhir kemarin. karena komputernya sudah tak terlalu dipakai karena udah ada laptop, makanya saya sante aja, rusak saya diemin. kalo ada waktu saya utik-utik ndiri. yaa seperti biasa dimulai dari cek kabel-kabel. ternyata ga ngepek. lalu saya brwosing. saya mendapatkan beberapa artikel yang mengulas permasalahan sama seperti yang saya hadapi. katanya karena RAMnya kotor. ya udah saya bersiin pake karet penghapus seperti yang disarankan diartikel itu. ternyata nihil. saya browsing lagi, ada yang bilang semua kabel yang ada dalam CPU dicopotin, dibiarin sementara, trus dipasang lagi. sudah saya lakukan semua langkah. tapi? yap..nihil juga. masih ga mau nyala.
Lagi-lagi saya nyerah. karena sudah tak tahu lagi apa yang bisa saya lakukan. Ya sudah saya cukupkan utak utik saya. Pada saat saya mau menutup casing nya, ntah kenapa tangan saya tergerak untuk memegang dan memeriksa posisi motherboard. instinc sok tahu saya mengatakan "kok kaya ga kenceng ya?" ya sudah akhirnya saya iseng untuk lebih mengencangkan skrup motherboard-nya. skalian mumpung lagi dibongkar. setelah semua sekrup saya kencangkan. sebagai sentuhan terakhir keputusasaan saya, saya nyalakan sekali lagi itu CPU. dan wealaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,kok ya bisa nyala. Alhamdulillah....
Jadi kesimpulannya "setting hardware" yang digadang-gadang si teknisi tu ternyata ngencengi sekrup-sekrup tho? woalahh baeklah. jadi setiap Bapak saya mbayar teknisi Rp 200.000,- itu cuma untuk ngencengi sekrup tho Pak teknisi? Tapi yaa ga salah juga sih kan ngencengi sekrup itu juga bagian dari "men-setting". ya baeklah,,ternyata permainan kata-kata mahal harganya.
Jadi, untuk kawan-kawan yang memiliki masalah yang sama, ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- cek kabel-kabel
- cek hardware, pastikan sudah pada posisi yang benar
- cek semua baut/skrup (ga ada salahnya iseng dikenceng-kencengin)
- cek RAM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar